Berita

RMI Gemuh Optimalkan Digitalisasi Sistem Perizinan Lembaga melalui SITREN dan Kuatkan EMIS bagi Operator MDT

RMI MWC Kec. Gemuh sukses menyelenggarakan pembinaan perizinan kelembagaan melalui Sistem Informasi Tanda Daftar Pesantren (SITREN) dan penguatan EMIS bagi Operator MDT di SDN Pamriyan Gemuh pada Jum’at (22/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI MWC NU Gemuh, Abdur Rohim memaparkan bahwa RMI NU merupakan tempat berkembang, dalam prosesnya ditemui berbagai tantangan termasuk digitalisasi data administrasi. Maka, Diniyah Takmiliyah berupaya membuat inovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.


“Tantangan di era digitalisasi, terutama dalam proses input data maupun perizinan kelembagaan yang tersistem terus berinovasi maupun berkolaborasi meningkatkan rating Diniyah Takmiliyah. Rekan-rekan guru kita harus menjadi bagian diniyah. Karena sejatinya tidak hanya menjadi tempat khidmah namun menjadi tempat berkembang,” ungkap Abdur Rohim.


Perizinan kelembagaan melalui SITREN maupun pendataan madrasah melalui EMIS merupakan wujud upaya Kementerian Agama untuk menertibkan administrasi. Ahmad Chusaini Divisi Diklat DPC FKDT KAB. Kendal, tegaskan bahwa kesuksesan madrasah selaras dengan administrasi yang tertib.


“Peradaban baik buruk di Gemuh itu tergantung Madrasah Diniyah. Oleh karena itu, mudah-mudahan kegiatan Bimtek ini membawa manfaat. Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya acara ini karena prestasi madrasah tanpa tata tertib administrasi tidak mungkin, “ ujar Chusaini dalam Bimtek.


Melalui pembinaan ini diharapkan SITREN dan EMIS dapat dioptimalkan dengan baik serta dilengkapi. Kemenag terus mendukung digitalisasi sistem perizinan yang cepat dan pengelolaan data administrasi sebagai bentuk transformasi layananan publik serta menjadi fasilitator untuk terus tingkatkan mutu pendidikan maupun lembaga.


Share on :